Connect with us

Kominikasi Sosial

MOMENTUM IDULFITRI, LAPAS BANGKINANG SERAHKAN REMISI IDUL FITRI KEPADA 1.140 WARGA BINAAN

Published

on

BANGKINANG ( kabarontuoterkini ) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang pada hari ini menyerahkan remisi khusus Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi kepada sebanyak 1.140 warga binaan, Sabtu (21/03/2026).

Penyerahan remisi tersebut dilaksanakan secara khidmat seusai pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Masjid At-Taubah yang berada di lingkungan Lapas Kelas IIA Bangkinang. Kegiatan ini menjadi momentum penuh makna, sekaligus wujud kehadiran negara dalam memberikan hak kepada warga binaan yang telah memenuhi syarat.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, menyampaikan bahwa pemberian remisi dilakukan secara selektif, objektif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Remisi ini merupakan bentuk apresiasi negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik selama menjalani masa pidana. Ini juga menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan berjalan dengan baik dan memberikan hasil positif,” ujar Alexander.

Berdasarkan data, dari total warga binaan yang diusulkan, sebanyak 1.140 orang dinyatakan memenuhi syarat dan berhak menerima remisi. Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan penerima Remisi Khusus (RK) I atau pengurangan sebagian masa pidana, sementara sebagian lainnya memperoleh RK II atau langsung bebas setelah menerima remisi.

Rincian penerima remisi menunjukkan bahwa 1.137 warga binaan mendapatkan RK I dengan variasi pengurangan masa pidana, yakni 15 hari, satu bulan, satu bulan 15 hari, hingga dua bulan. Sementara itu, 3 warga binaan lainnya menerima RK II dan dinyatakan langsung bebas pada hari raya Idul Fitri.

Pemberian remisi ini tidak hanya menjadi hak warga binaan, tetapi juga mencerminkan tingginya partisipasi mereka dalam mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan oleh Lapas. Hal ini menunjukkan komitmen Pemasyarakatan dalam mewujudkan sistem pembinaan yang berkelanjutan dan berorientasi pada reintegrasi sosial.

Lebih lanjut, Alexander Lisman Putra berharap momentum Idul Fitri ini dapat menjadi titik awal bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri.
“Kami berharap remisi ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus berperilaku baik, mengikuti setiap program pembinaan dengan sungguh-sungguh, serta mempersiapkan diri kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Dengan adanya pemberian remisi ini, diharapkan warga binaan semakin termotivasi untuk menjalani masa pidana dengan penuh kesadaran dan semangat perubahan, serta mampu kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah bebas nantinya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kominikasi Sosial

POLSEK KAMPAR HADIR DI TENGAH DUKA, KORBAN HANYUT DI SUNGAI KAMPAR DITEMUKAN PUKUL 18.08 WIB

Published

on

Kampar ( kabarontuoterkini) Kesigapan jajaran Polsek Kampar bersama tim gabungan dalam melakukan pencarian korban hanyut di Sungai Kampar akhirnya membuahkan hasil. Setelah berjam-jam melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai, korban atas nama Cepi Ahmad Munawar (34), warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berhasil ditemukan pada Senin (8/6/26) pukul 18.08 WIB.

Penemuan korban menjadi akhir dari operasi pencarian yang melibatkan personel Polsek Kampar, BPBD Kabupaten Kampar, Damkar dan Penyelamatan, aparat desa, serta masyarakat setempat yang sejak siang berjibaku menyusuri derasnya arus Sungai Kampar di kawasan Pulau Kasiok, Desa Muara Jalai, Kecamatan Kampar Utara.

Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursyid terlihat turun langsung memantau dan mengoordinasikan jalannya pencarian. Kehadiran Polsek Kampar di lokasi menjadi bentuk nyata pelayanan dan kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

“Sejak menerima laporan adanya warga yang tenggelam, kami langsung bergerak cepat menuju lokasi, melakukan koordinasi dengan seluruh unsur terkait dan membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” ujar AKP Asdisyah Mursyid.

Korban ditemukan sekitar 4 kilometer dari titik awal tenggelam, setelah tim gabungan melakukan pencarian secara menyeluruh di beberapa titik yang diduga menjadi jalur hanyut korban.

Suasana haru menyelimuti lokasi penemuan. Keluarga korban yang sejak awal menunggu dengan penuh harap akhirnya mendapatkan kepastian atas keberadaan anggota keluarga mereka.

Meski korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, keberhasilan tim gabungan menemukan korban menjadi bentuk komitmen kemanusiaan yang dilakukan tanpa mengenal lelah sejak laporan pertama diterima.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB saat korban bersama dua rekannya tengah memancing di tepian Sungai Kampar.
Setelah berpindah lokasi, korban bersama seorang rekannya memutuskan untuk berenang. Namun tanpa disadari, keduanya masuk ke area sungai yang memiliki kedalaman cukup dalam dengan arus yang kuat.

Salah seorang rekan korban berhasil menyelamatkan diri ke tepian sungai, sementara korban terbawa arus dan sempat meminta pertolongan sebelum akhirnya tenggelam.

Mendapat laporan dari masyarakat, Polsek Kampar langsung bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian, mengumpulkan keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan tim penyelamat untuk melakukan pencarian.

Keberhasilan menemukan korban tidak terlepas dari sinergitas seluruh unsur yang terlibat. Polsek Kampar bersama BPBD, Damkar, bhabinsa dan Penyelamatan Kabupaten Kampar, pemerintah desa, serta masyarakat menunjukkan semangat kebersamaan dalam menghadapi musibah kemanusiaan.

Kapolsek Kampar juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama pada lokasi yang belum diketahui kondisi arus dan kedalamannya.

“Kami mengajak masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan. Jangan mengambil risiko saat berenang atau beraktivitas di sungai yang memiliki arus deras. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” tutup Kapolsek.

Dengan ditemukannya korban pada pukul 18.08 WIB, operasi pencarian resmi berakhir. Kehadiran Polsek Kampar sejak awal kejadian hingga proses evakuasi menjadi bukti nyata bahwa Polri selalu hadir untuk masyarakat, baik dalam menjaga keamanan maupun saat menghadapi musibah kemanusiaan.

Continue Reading

Kominikasi Sosial

“KAPOLSEK KAMPAR TURUN LANGSUNG CARI KORBAN TENGGELAM DI SUNGAI KAMPAR – TIM PENYELAMATAN MASIH BERUSAHA, KRONOLOGIS KEJADIAN TERUNGKAP”

Published

on

KAMPAR ( kabarontuoterkini ) Upaya pencarian terhadap korban tenggelam atas nama Cepi Ahmad Munawar (34 tahun), pekerja buruh asal Kabupaten Bandung Jawa Barat, masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian bersama tim penyelamatan dari BPBD dan Damkar Kabupaten Kampar. Meskipun telah dilakukan pencarian yang intensif sejak siang hingga sore hari Minggu (07/06/2026), korban yang hilang di Sungai Kampar kawasan Pulau Kasiok Desa Muara Jalai Kecamatan Kampar Utara masih belum ditemukan.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang melalui Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursyid, pada sore hari yang sama membeberkan kronologis kejadian yang menyayat hati tersebut, sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat beraktivitas di sekitar perairan sungai.

“Kami menerima informasi dari masyarakat sekitar pukul 14.00 WIB mengenai adanya orang yang terbawa arus sungai,” ujar Kapolsek yang juga pernah menjabat Kapolsek Siak Hulu dan Kasat Reserse Narkoba Polres Kampar. “Segera saya perintahkan Kanit Reskrim IPDA David Gusmanto beserta personel piket Polsek Kampar untuk mendatangi TKP dan melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur.”

Menurutnya, kejadian dimulai sekitar pukul 13.00 WIB ketika korban bersama dua teman lainnya, Dede Oleh Nurdiansyah (32 tahun) dan Wawan Setiawan (32 tahun), sedang melakukan aktivitas memancing di tepi Sungai Kampar. Awalnya mereka memancing di daerah yang airnya dangkal, namun kemudian berpindah ke arah hilir sungai.

“Setelah berpindah lokasi, dua dari mereka yaitu Dede dan korban memutuskan untuk berenang. Tak disadari, ada bagian sungai yang kedalamannya meningkat secara tiba-tiba dan arusnya cukup kuat, membuat mereka terbawa arus,” jelas Kapolsek dengan nada penuh prihatin.

Ia menambahkan bahwa Dede berhasil mencapai tepi sungai setelah berjuang melawan arus, sementara korban Cepi terus terbawa arus dan berteriak meminta tolong sebelum hilang dari pandangan. “Teman korban lainnya, Wawan Setiawan, yang tengah memancing langsung memanggil bantuan dari warga sekitar. Saksi-saksi yang berada di lokasi juga turut membantu mengumpulkan orang untuk memberikan pertolongan,” ujarnya.

Dede Oleh Nurdiansyah yang berhasil menyelamatkan diri kemudian segera dibawa oleh warga ke Rumah Sakit Umum Bangkinang untuk mendapatkan perawatan medis. Namun hingga saat ini, belum ada informasi terbaru mengenai kondisinya.

Sekitar pukul 14.45 WIB, Tim BPBD Kabupaten Kampar dan Dinas Pemadam Kebakaran serta Penyelamatan turun ke lokasi dengan membawa peralatan penyelamatan lengkap. Tim segera melakukan survei terhadap kondisi sungai dan memulai upaya pencarian yang meliputi berbagai titik sepanjang aliran Sungai Kampar.

Saksi-saksi yang menyaksikan kejadian, Andri Arjuna (37 tahun) sopir asal Rumbai Palas Pekanbaru dan Ali Yus (49 tahun) petani juga dari Rumbai Palas Pekanbaru, menyampaikan bahwa mereka langsung merespons ketika mendengar teriakan meminta tolong. “Kita segera mencari bantuan, namun arus sungai cukup deras sehingga sulit untuk menjangkau korban sebelum ia hilang di bawah permukaan air,” ujar salah satu saksi.

Kapolsek Kampar menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan berbagai langkah penanganan, antara lain mengamankan TKP, mencatat kesaksian saksi-saksi, membantu proses pencarian, berkoordinasi dengan keluarga korban, serta mengumpulkan barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Kita juga sedang melakukan penggalian informasi secara menyeluruh untuk memastikan bahwa kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek mengimbau seluruh masyarakat yang beraktivitas di sekitar Sungai Kampar, baik untuk memancing, berenang, maupun aktivitas lainnya, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. “Perhatikan kondisi sungai, jangan pernah menganggap remeh aliran air, dan pastikan kita berada di daerah yang aman. Semoga kejadian serupa tidak terulang lagi,” tegasnya.

Kelompok korban yang berasal dari Jawa Barat diketahui sedang berada di Riau untuk bekerja. Pihak keluarga korban yang saat ini berada di Jawa Barat telah dihubungi dan sedang dalam perjalanan menuju Kabupaten Kampar untuk mengikuti perkembangan upaya pencarian.

Hingga berita ini diterbitkan, tim penyelamatan masih terus melakukan pencarian dengan penuh tekun, berharap dapat segera menemukan korban untuk memberikan keadilan dan pemakaman yang layak bagi keluarga yang sedang berduka.

Continue Reading

Kominikasi Sosial

POLRESTA PEKANBARU MONITORING KETAHANAN PANGAN, POLSEK LIMAPULUH CEK STOK DAN HARGA SEMBAKO DI PASAR SAIL

Published

on

Pekanbaru ( kabarontuoterkini) Melalui jajaran Polsek Limapuluh melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan ketersediaan serta harga bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Sail, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru, Rabu (03/06/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Kanit Binmas IPTU Antoni bersama personel piket pawas dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukamulya sebagai langkah menjaga stabilitas ketahanan pangan dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia di pasaran.

Dalam kegiatan itu, personel melakukan pengecekan langsung terhadap stok dan perkembangan harga sejumlah komoditas sembako seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, cabai dan kebutuhan pokok lainnya. Hasil monitoring menunjukkan stok bahan pokok di Pasar Sail masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.

Selain melakukan pengawasan harga, personel Polsek Limapuluh juga berdialog dengan pedagang dan warga guna mengetahui kondisi distribusi barang serta perkembangan harga di tingkat pasar tradisional.

Kehadiran personel Polri di tengah aktivitas masyarakat pasar menjadi bagian dari upaya menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif sekaligus memperkuat sinergi bersama masyarakat dalam menjaga stabilitas pangan.

Polsek Limapuluh menegaskan monitoring akan terus dilakukan secara berkala guna mengantisipasi kelangkaan barang maupun lonjakan harga yang dapat berdampak pada masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung situasi terdapat dalam keadaan aman, tertib dan kondusif.

Continue Reading

Trending